FAKTA KESEHATAN DIBALIK MAKANAN LEZAT KOREA SELATAN

Foto: pinterest.com

Budaya Korea yang semakin mendunia melalui industri hiburan seperti musik K-Pop dan K-drama. Tidak hanya itu, hal lain yang menarik perhatian adalah makanan khasnya. Saat ini, di Indonesia semakin banyak restoran yang menjual makanan korea seperti yang sering kita temui di dalam drama Korea. 

Makanan Korea berasal dari budaya, lingkungan, geografi, dan iklim dari negara Korea itu sendiri. Walaupun banyak dipengaruhi dari negara tetangganya mengenai aspek berbagi bahan dan budaya seperti negara Cina dan Jepang, tetap saja masakan korea memiliki keunikan rasa, rempah-rempah, bahan, dan teknik tersendiri yang membuatnya berbeda.

Makanan telah dipandang sebagai obat dalam sepanjang sejarah dan budaya Korea. Masyarakat Korea menegaskan bahwa makanan sebagai sumber nutrisi dan juga penyembuhan. Makanan mereka didominasi oleh sayuran berbumbu, sup, kimchi, nasi, dan makanan laut.

Tidak hanya itu, makanan korea identik dengan berbagai macam sayur, jenis ikan serta daging yang minim proses pengolahan. Oleh sebab itu, apakah makanan asal Korea lebih sehat untuk dikonsumsi?

Menurut Institut Penelitian Makanan Korea, secara tradisional orang-orang di sana kerap mengonsumsi sayuran dalam jumlah banyak, konsumsi makanan rendah lemak, membatasi konsumsi daging merah, serta menggunakan banyak ramuan obat.

Makanan Korea disebut makanan sehat karena berbahan dasar sayuran serta berbagai macam zat gizi yang terkandung di dalamnya yang baik untuk kesehatan tubuh seperti vitamin, protein, serat, kalsium, dan mineral. 

Makanan Korea juga memiliki beberapa manfaat diantaranya penambah energi tubuh, untuk kesehatan kulit agar kulit terasa halus, mencegah sembelit, melancarkan pencernaan, dan masih banyak manfaat lainnya.

Makanan Korea sebagian besar merupakan hasil fermentasi yang sudah terkenal di dunia karena diakui manfaat kesehatannya seperti kimchi (asinan sayur hasil fermentasi yang diberi bumbu pedas) dan doenjang (pasta kedelai yang difermentasikan). Menurut The Nutrition Society, kimchi adalah sayuran dan makanan kedua yang paling banyak dikonsumsi di Korea Selatan.

Tujuan fermentasi makanan adalah untuk menghancurkan atau memecah makanan menjadi komponen yang lebih mudah dicerna melalui bakteri alami yang hidup. Cara ini sudah dilakukan masyarakat Korea Selatan sejak lama karena dipercaya dapat memberikan manfaat kesehatan. Makanan fermentasi seperti kimchi dapat meningkatkan sistem imun tubuh, mengontrol berat badan, gula darah, kadar lemak, dan mengurangi risiko tekanan darah tinggi.

Mayoritas makanan korea dapat dikatakan cenderung lebih sehat karena mengandung banyak sayur, berbagai lauk hewani dan minim penggunaan minyak. Hal ini yang membuat makanan korea tergolong tinggi protein dan memiliki kalori lebih rendah. 

Pada tahun 2009, Korea’s Rural Development Administration and the Agricultural Research Service (ARS) of the U.S. Department of Agriculture (USDA) meluncurkan serangkaian uji coba penelitian klinis tentang efek dari Korean Diet pada kesehatan manusia. Penelitian menemukan bahwa dengan mengadopsi pola makan Korea, dapat menurunkan 5x lebih rendah risiko terkena penyakit akibat gaya hidup seperti kolesterol dan gula darah yang tinggi. Analisis menyebutkan efek itu karena konsumsi tumbuhan yang cukup melalui berbagai sayuran dan kimchi, produk fermentasi, biji-bijian, kacang-kacangan, serta metode pemasakan yang rendah lemak.

Warga Korea Selatan kerap mencampurkan rumput laut dalam sajian sup atau yang biasa disebut miyeokguk. Selain sup, rumput laut dimakan sebagai lauk (banchan), untuk membungkus nasi gulung (gimbap), dan dalam bentuk keripik. Alana Kessler, seorang ahli gizi menyatakan bahwa rumput laut membawa banyak manfaat kesehatan termasuk Vitamin K, C, dan kalsium. Namun, dampak utamanya terletak pada kandungan yodium. Kekurangan yodium dapat memengaruhi tiroid dan menyebabkan kelelahan, kelemahan otot, dan kolesterol tinggi.

Orang Korea memiliki kulit yang sehat dan glowing. Bukan hanya rutin merawat kesehatan kulit dari luar, mereka juga begitu memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Penelitian telah menunjukkan pada perempuan paruh baya bahwa mengonsumsi suplemen kolagen sebenarnya membantu mengurangi munculnya garis-garis halus dan kerutan. Kolagen adalah protein paling melimpah di tubuh manusia dan merupakan komponen struktural utama jaringan ikat. Kolagen bertanggung jawab atas banyak hal termasuk kesehatan dan kekuatan tulang rawan serta kulit. Sementara mengonsumsi makanan kaya kolagen telah disebut-sebut dapat meningkatkan kesehatan kulit. 

Kolagen hampir selalu ada pada setiap makanan khas Korea dalam bentuk sup atau rebusan. Sumber kolagen itu datang dari kaldu ayam, makanan laut, daging sapi, serta tulang, yang populer digunakan sebagai bahan dasar. Mengonsumsi kolagen itu dipercaya mampu meningkatkan kesehatan kulit seseorang.

Difani Anjayani
21300021
Teknik Riset Data