IDE BISNIS KAKI LIMA, KOREAN STREET FOOD TTEOBBOKI

Foto: pinterest.com

Korea Selatan menjadi salah satu negara trendsetter yang memiliki ciri khas dalam 
industri fashion, teknologi, idol sampai kultur dan makanannya yang wajib untuk dicoba. Teknik pemasaran yang sangat memberikan pengaruh besar terhadap suatu produk. Korea Selatan mampu menciptakan pasar sendiri dan menarik minat para konsumen.

Beberapa tahun belakangan bisnis makanan yang terinspirasi dari jajanan street food di Korea semakin membludak di Indonesia. Pasarnya di Indonesia pun sangat meningkat, menjanjikan dan dipastikan masih akan bertahan dalam beberapa tahun kedepan.

Makanan Korea adalah masakan unik yang berasal dari budaya, lingkungan, 
geografi, dan iklim Korea yang unik. Meskipun makanan Korea memiliki bahan dan karakteristik yang sama dengan Cina dan Jepang, makanan Korea memiliki rasa, bumbu, bahan, dan metode unik yang berbeda.

Dengan banyaknya produk makanan Korea yang masuk ke pasar Indonesia, minat besar terhadap makanan Korea membuka peluang bagi bisnis lokal untuk memproduksi makanan khas Korea. Makanan khas Korea kini mudah ditemukan karena banyak pedagang bahan baku yang menjual produk tersebut. Dengan ini, konsumen memiliki banyak pilihan saat berbelanja makanan Korea.

Booming street food Korea, khususnya di Indonesia, merupakan indikasi keberhasilan kampanye Korea dalam mempromosikan segala sesuatu mulai dari budaya hingga makanan dan minuman, kuliner.

Banyak pelaku ekonomi yang memanfaatkan 
momen ini untuk meraup untung. Meskipun mungkin tidak pernah seperti makanan Korea asli. Namun, ketika makanan asing masuk ke Indonesia, rasanya berubah dan menyesuaikan dengan bahasa Indonesia. Hanya bentuk, nama serta rasanya.

Peluang bisnis street food Korea di Indonesia saat ini terlihat sangat menjanjikan. Budaya Korea menyebar dengan cepat di Indonesia melalui Kdrama dan Kpop. Salah satu yang sering muncul di program hiburan Kdrama dan idola Kpop berkaitan dengan makanan Korea seperti jajangmyeon, tteokbokki, dan corn dog. Orang yang sering menonton Kdrama atau mengikuti variety show idola Kpop pasti ingin mencobanya. Melihat banyaknya masyarakat Indonesia yang ingin mencicipi, bisnis street food Korea bisa membuahkan hasil yang memuaskan.

Salah satu pebisnis yang mencoba ke ranah Korean Street Food adalah ibu Dwi. Pemilik kedai "Korean Street Food Tteokbokki" ini juga memulai bisnis kaki lima yang menyajikan hidangan Korean Food seperti ramyeon, tteokbokki, kimbap dan corndog. 

Bu Dwi bercerita banyak mengenai awal mula ia berjualan makanan Korea, yang sebelumnya sama sekali tidak pernah mencicipi hingga akhirnya berani mencoba untuk berdagang. "Sebenarnya saya juga nggak tau apa itu Tteokbokki, ramyeon, kimbap sama corndog. Tapi kebetulan keponakan saya suka nonton drakor terus minta dibuatkan," Cerita Bu Dwi saat sedang berjualan. 

Demam drama korea membuat banyak bisnis berbau korea semakin diminati banyak orang. Apapun yang berbau Korea dan sering muncul di drama korea populer pasti langsung menarik minat banyak orang untuk mengikuti hal yang sama.

"Setelah coba bikin dan enak, keponakan saya jual ke temen-temennya, eh laku. Dari situ kita mulai bikin gerobak dan spanduk biar bisa jualan di pinggir jalan." Tutur bu Dwi sambil memperlihatkan gerobak yang sekarang menjadi ladang usahanya. 

"Modal awal buat bisnis street food Korea nggak terlalu mahal, sekitar 3-5 juta rupiah udah termasuk buat pembelian gerobak makan, alat masak, dan bahan makanannya." 

Karena modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar, Bu Dwi menjual makanan Korean Food dengan harga yang cukup terjangkau, "Namanya juga street food, pantang hukumnya masang harga yang terlalu mahal. Takutnya bukannya untung malah buntung." 

Bu Dwi juga memilih lokasi berjualan di tempat yang ramai dan selalu dilewati banyak orang. Bu Dwi memilih berjualan di jalanan utama perumahan Telaga Harapan. Karena berkonsep street food dan cepat saji, tidak perlu memilih tempat dengan kategori ruko dimana pembeli bisa makan di tempat. 

Bu Dwi juga memilih lokasi penjualan yang jauh dari tempat kotor seperti got atau tempat sampah. Karena hal seperti itu bisa mempengaruhi penjualan. Selain itu, selalu bersihkan gerobak makanan dan membuang sampah dagangan dengan rutin agar pembeli percaya dengan kebersihan barang dagangan yang disajikan.

Difani Anjayani
21300021
Teknik Wawancara