MENGENAL MANDU : MAKANAN IKONIK DI DRAKOR HOTEL DEL LUNA YANG MENARIK PARA TURIS

 

Mandu adalah sebuah hidangan khas Korea yang merupakan varian dari dumpling, yaitu sejenis bola kecil dari adonan tepung yang diisi dengan berbagai bahan seperti daging, sayuran, dan rempah-rempah. Mandu biasanya dikukus, direbus, atau digoreng sebelum disajikan.

Ada beberapa jenis mandu yang populer di Korea, seperti mandu dengan isian daging babi yang disebut "gogi mandu", mandu dengan isian sayuran yang disebut "yachae mandu", dan mandu dengan isian kimchi yang disebut "kimchi mandu". Isian lainnya juga bisa mencakup daging sapi, ayam, atau kombinasi berbagai bahan.

Proses pembuatan mandu dimulai dengan membuat adonan tepung yang elastis dan tipis. Kemudian, adonan tersebut dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil dan diisi dengan bahan isian. Setelah itu, ujung-ujung adonan ditekuk dan dirapatkan untuk membentuk bentuk bulat atau setengah bulat. Mandu kemudian bisa dimasak dengan cara dikukus, direbus dalam kuah sup, atau digoreng dalam minyak panas.

Mandu sering disajikan sebagai hidangan pembuka atau camilan di Korea. Biasanya disajikan dengan kecap kedelai, saus cabai, atau saus khusus mandu. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang kenyal membuat mandu menjadi hidangan yang populer dan disukai oleh banyak orang.

Mandu juga memiliki peran penting dalam budaya Korea. Hidangan ini sering dihidangkan pada perayaan khusus seperti Tahun Baru Korea (Seollal) atau Festival Kue Bulan Korea (Chuseok). Selain itu, mandu juga dapat ditemukan di restoran-restoran Korea di seluruh dunia dan telah menjadi populer sebagai salah satu hidangan internasional yang diakui.

Asal usul mandu dapat ditelusuri kembali ke sejarah yang sangat kuno di Korea. Seperti halnya banyak hidangan tradisional, asal usul pasti mandu sulit untuk ditentukan dengan pasti, tetapi ada beberapa teori yang beredar.

Salah satu teori mengatakan bahwa mandu pertama kali diperkenalkan ke Korea pada masa Dinasti Goguryeo, salah satu dari Tiga Kerajaan Korea yang berdiri sekitar abad ke-37 SM hingga abad ke-7 M. Mandu diyakini dibawa oleh para diplomat dan pedagang yang melakukan hubungan dengan wilayah Tiongkok pada saat itu. Kemudian, mandu menjadi populer dan diadopsi sebagai hidangan lokal di Korea.

Ada juga teori lain yang mengatakan bahwa mandu telah ada sejak zaman Kaisar Sejong, penguasa Dinasti Joseon pada abad ke-15. Dikatakan bahwa Kaisar Sejong menyuruh para tukang kebun istananya untuk membuat hidangan yang praktis dan mudah dimakan, sehingga mandu dikembangkan sebagai alternatif cepat untuk waktu makan.

Selama berabad-abad, mandu terus berevolusi dengan variasi isian dan cara memasak yang berbeda. Semakin banyak variasi isian seperti daging, sayuran, dan kimchi yang ditambahkan ke dalam adonan, memberikan variasi rasa dan tekstur pada hidangan ini.

Mandu telah menjadi bagian penting dari masakan Korea dan telah diterima secara luas oleh masyarakat Korea serta menjadi hidangan yang populer di seluruh dunia. Hari ini, mandu dapat ditemukan dalam berbagai bentuk dan variasi di restoran-restoran Korea serta pasar makanan Korea di berbagai negara.

Meskipun asal usul pasti mandu tidak dapat dipastikan, hidangan ini tetap menjadi salah satu ikon kuliner Korea yang terus dihargai dan dinikmati oleh banyak orang di seluruh dunia.

Top of Form

Mandu yang paling favorit di Korea adalah Gogi Mandu, yang berarti mandu isi daging. Gogi Mandu sangat populer dan sering disukai oleh banyak orang karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang kenyal.

Gogi Mandu biasanya diisi dengan adonan yang terbuat dari daging babi cincang yang dicampur dengan bumbu dan rempah-rempah seperti bawang putih, bawang hijau, jahe, dan kecap. Isian daging ini kemudian dimasukkan ke dalam kulit mandu yang tipis yang terbuat dari adonan tepung terigu dan air.

Setelah diisi, mandu biasanya dikukus, direbus, atau digoreng. Saat dikukus, mandu akan memiliki tekstur yang lembut dan lembap. Saat direbus, mandu akan menjadi lebih kenyal dan menghasilkan kuah yang gurih jika dimasak bersama dengan sup. Sementara itu, jika digoreng, mandu akan memiliki kulit yang renyah di luar dan isian yang lezat di dalamnya.

Mandu biasanya disajikan dengan saus khusus yang terbuat dari kecap kedelai, cuka, dan rempah-rempah seperti cabai dan bawang putih. Saus ini memberikan sentuhan rasa yang lezat saat dimakan bersama mandu.

Gogi Mandu dapat ditemukan di restoran-restoran Korea di seluruh dunia dan juga sering disajikan sebagai hidangan rumah tangga pada acara-acara khusus seperti perayaan Tahun Baru Korea (Seollal) atau Festival Kue Bulan Korea (Chuseok).

Rasanya yang lezat dan variasi cara memasak yang berbeda membuat Gogi Mandu menjadi salah satu varian mandu yang paling populer dan dianggap sebagai makanan yang menggugah selera di Korea maupun di luar negeri.