MENGINTIP 7 JENIS BANCHAN, HIDANGAN PENDAMPING MAKANAN KOREA YANG MENGGUGAH SELERA

Banchan adalah istilah dalam bahasa Korea yang merujuk pada berbagai jenis makanan kecil atau lauk yang disajikan bersama dengan nasi dalam hidangan Korea. Banchan biasanya disajikan dalam porsi kecil dan terdiri dari berbagai macam hidangan, termasuk sayuran, ikan, daging, atau tahu.



Banchan adalah bagian penting dari budaya makan Korea dan sering kali disajikan dalam jumlah yang banyak dan beragam pada hidangan utama. Biasanya, satu hidangan utama Korea akan disajikan dengan beberapa jenis banchan. 

Korea Selatan dikenal sebagai salah satu negara dengan kuliner yang terkenal di dunia. Salah satu ciri khas makanan Korea Selatan adalah penyajian nasi yang disertai dengan berbagai jenis hidangan kecil atau lauk-pauk yang disebut banchan. Banchan menjadi identitas dari hidangan Korea yang melengkapi cita rasa nasi.

Banchan memiliki sejarah panjang di Korea. Dalam catatan sejarah, banchan sudah ada sejak zaman Tiga Kerajaan (57 SM - 668 M) di mana orang Korea biasa menyajikan makanan kecil untuk dihidangkan bersama nasi. Namun, banchan mulai berkembang pesat pada masa Dinasti Joseon (1392-1897) di mana kerajaan memberikan perhatian khusus terhadap kuliner dan keselamatan makanan.

Bahan bahan yang digunakan dalam banchan umumnya beragam dan dapat bervariasi sesuai dengan musim, wilayah, dan budaya lokal. Bahan baku yang umumnya digunakan adalah sayuran seperti wortel, mentimun, kubis, bayam, tauge, serta buah-buahan seperti anggur, pear, atau persik. Ada juga lauk pauk seperti ikan, daging, tahu, atau telur yang dimasak dengan cara digoreng, direbus, atau dikukus. Beberapa jenis bahan baku yang umum digunakan dalam pembuatan banchan adalah gosari (pucuk daun pakis), kongnamul (toge kedelai), dan myeolchi (ikan teri).

Salah satu banchan yang paling populer dan menjadi identitas dari makanan Korea adalah kimchi. Kimchi adalah sayuran yang difermentasi dengan bumbu pedas yang terdiri dari kubis, daun bawang, dan cabai merah. Kimchi dianggap sebagai simbol dari Korea dan sudah dikenal oleh banyak orang di seluruh dunia.

Banchan sering disajikan dalam porsi kecil dan dihidangkan bersama-sama dengan nasi dalam mangkuk kecil yang disebut bap. Dalam satu hidangan utama Korea, biasanya terdapat beberapa jenis banchan. Jumlah jenis banchan yang disajikan bisa mencapai belasan atau bahkan puluhan, tergantung pada jenis hidangan utama yang disajikan.

Banyak orang Korea yang menilai kualitas makanan Korea dari kualitas banchan yang disajikan. Maka dari itu, banchan memiliki peran yang sangat penting dalam kebudayaan makan Korea. Selain sebagai pelengkap nasi, banchan juga memiliki manfaat kesehatan. Beberapa jenis banchan seperti mi kering dengan bumbu pedas (ddeokbokki) atau acar lobak kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh.

Namun, karena bahan baku yang digunakan dalam pembuatan banchan, banchan dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya alergi makanan. Beberapa jenis bahan baku seperti kedelai dan kacang tanah dapat menyebabkan alergi makanan

7 jenis banchan yang terkenal adalah 

Kimchi (fermentasi sawi putih)
Kimchi adalah banchan yang paling terkenal dan wajib ada di setiap meja makan di Korea. Kimchi terbuat dari sawi putih yang diberi bumbu jahe, bawang putih, dan bubuk cabai. Hasil fermentasinya menimbulkan rasa pedas dan asam, sehingga cocok menemani hidangan daging.

Hobak bokkeum (timun jepang tumis)
Timun jepang dipotong dadu, diberi bumbu minyak ikan, lalu ditumis. Makanan ini cocok menemani hidangan daging seperti bulgogi dan galbi

Gim (rumput laut kering)
Gim adalah lembaran rumput laut kering yang dimakan bersama dengan nasi.

Oiji muchim (acar timun pedas)
Oiji muchim adalah acar timun yang difermentasi dengan air garam. Oiji muchim memiliki tekstur renyah dan kenyal dengan rasa tajam.

Sigeumchi namul (bayam)
Sigeumchi namul adalah bayam yang dimasak lalu diberi bumbu.

Musaengchae (acar wortel)
Acar berbahan wortel ini memiliki rasa manis dan asam, terkadang ditambahkan cabai kering. Musaengchae menambah tekstur renyah pada makanan.

Kongnamul (taoge)
Kongnamul terbuat dari taoge yang dimasak dengan minyak wijen. Kongnamul sering dimasak pedas.